Jum’at malam (2/09/2011) sms darurat datang, ternyata bapak
gua ngajakin tour ke Nganjuk, berangkat besok paginya, jam 7 tepat, padahal
waktu itu baru aja pulang dari nglanggeran, belum sempet mandi, tapi karena ini
soal petualangan, jadi langsung dijawab ‘OK’. Tidur.
Sabtu (3/09/2011), bangun tidur badan masih pegel-pegel sisa
perjalanan kemarin, tapi harus tetep bangun dan persiapan untuk perjalanan
berikutnya yang lebih jauh lagi, cuci muka, shalat subuh, sarapan, persiapan
seadanya (bawa yang penting2 aja), mandi, dijemput jam 7 kurang, berangkat
ngumpul sama yang lain dulu.
Target Touring
Target touring kali ini adalah Air Terjun Sedudo yang
terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur,
ngendhi kuwi? yo mbuh, saya belum pernah ke sana sebelumnya, hehe.
Ok, waktu sudah menunjukkan pukul 7 lewat, ato mungkin lebih
pantas disebut jam setengah delapan (pembulatan ke atas), seluruh anggota tim
touring sudah berkumpul bersama motor dan segala kelengkapan masing-masing.
Saatnya berangkat!
Nah ditengah macet seperti ini, sempet-sempetnya saya
ngantuk, sampai saking keenakannya saya hampir jatuh dari motor :D untung aja g
sampe terjadi, bukan sakitnya yang saya pikir, tapi malunya pasti minta ampun.
Sekian jam perjalanan dari Jogja menuju Nganjuk, dan setelah
beberapa kali bertanya sana-sini, akhirnya kita tiba di Tempat tujuan, Sawahan.
Perjalanan kembali menempuh rute pegunungan, dengan tanjakan
berkelok tajam serta dengan kemiringan yang cukup membuat sepeda motor
ngos-ngosan walaupun sukses juga sampai atas.
Pukul 3 sore, atau setelah menempuh perjalanan selama kurang
lebih 8 Jam perjalanan, akhirnya kita tiba di tempat tujuan, kawasan Air Terjun
Sedudo Nganjuk Jawa Timur.
Begitu memasuki wilayah Desa Sawahan, kita sudah disuguhi
pemandangan indah khas pegunungan, dengan sejumlah bukit-bukit kecil dan pegunungan
yang menjulang.
Air Terjun Sedudo terletak di kaki gunung Wilis, kabarnya
sebenarnya di sini terdapat 9 Air terjun, tetapi yang sudah dikelola sebagai
kawasan wisata oleh Pemda baru 2 saja, selebihnya adalah bonus istimewa bagi
petualang yang mendaki gunung Wilis tersebut. (jadi pengen ndaki ke sana deh).
Keadaan dan Suasana di Sekitar Air Terjun Sedudo
Air Terjun Sedudo berada di ketinggian sekitar 1.438 mdpl,
sedangkan ketinggian air terjunnya sendiri sekitar 105 meter, dengan mata air
yang langsung dari gunung Wilis, di bawah air terjun tersebut sudah tersedia
kolam yang bisa digunakan untuk mandi oleh pengunjung, udara di sini sejuk,
suara air terjunnya juga rame, banyak tukang ojek, karena parkiran mobil
letaknya jauh di bawah komplek wisata ini, jadi pengunjung siap diantar menuju
lokasi oleh para tukang ojek, soal biaya silahkan dicoba sendiri, kebetulan
kami bawa motor sendiri, jadi tidak perlu menyewa tukang ojek :D
Suasana pada hari libur sangat ramai pengunjung, entah
bagaimana kondisinya pada hari biasa, terdapat banyak warung makanan di sekitar
komplek, yang khas di sini mungkin Jagung Bakar dan Gorengannya (gorengan
lengkap dengan sambal petisnya, maknyuss, enak buat anget-angetan).
Sayangnya di sini tidak ada pedagang pernak-pernik (bukan
makanan) khas Nganjuk atau Jawa Timur, jadi terpaksa g jadi beli oleh-oleh :D
masak iya saya jauh-jauh ke sini tapi oleh-olehnya P*p Mie? :D
Oh iya, kalau mau cari kaos untuk kenang-kenangan, di sini
ada, dan sepertinya kaoslah suvenir satu-satunya yang dapat menjadi tanda bahwa
kita pernah mengunjungi tempat ini.

Penginapan
Mencari penginapan di tempat atau di perkampungan sekitar
Komplek cukup susah, kita harus turun sejauh beberapa kilometer. Hampir saja
tidak dapat penginapan, tapi untunglah berkat bantuan warga setempat kita bisa
sukses menemukan tempat peristirahatan.
Sebuah penginapan yang menurut cerita si penjaga dulunya
adalah villa pribadi milik orang keturunan Tionghoa yang kemudian diambil alih
oleh Pemda untuk dikelola menjadi Hotel. Kalau tidak salah nama hotelnya adalah
Wisata Karya (klo salah nanti saya edit lagi).
Kami menyewa satu kamar yang cukup besar, dengan dua bed
besar di dalamnya, satu buah televisi, lemari pakaian, kamar mandi yang lumayan
besar, pokoknya bisa nampung banyak orang (kita ada 8 orang), untuk tarif
permalamnya Rp 180.000, belum termasuk makan yang dibayar terpisah.
Tepat dari halaman belakang hotel kita dapat menyaksikan
pemandangan pegunungan Wilis yang aduhai, dan kalau diamati dengan teliti, kita
dapat melihat ke-sembilan air terjun tersebut.
Hari Kedua
Setelah beristirahat, agenda hari kedua di sini adalah
kembali mengunjungi Air Terjun, lalu pulang.
Diawali dengan sarapan pagi di pasar (sebut saja pasar
Sawahan, dari hotel ke arah bawah), pengen nyobain makanan yang khas (kalo
ada).
Tapi ternyata menunya sama dengan warung makan di Jogja, ada
satu yang beda, kikil kambing, karena jarang makan yang satu ini, jadi saya
ambil aja, hehe.
Kikil kambing di buat dari bagian bawah kaki kambing, jadi yang
kita makan adalah kulit kaki kambingnya, rasanya kenyal-kenyal gimanaaa gitu,
tap mantablah, warung makan sederhana (namanya Warung Makan Bu Rini ) ini
walaupun menunya sederhana, seperti makanan rumahan, tapi rasanya bisa dibilang
enak.
Tarif Sarapan
Untuk sarapan dengan ramuan Nasi, kikil kambing, ati-ampela,
dan sambel tempe (ato sambel goreng?), bakwan jagung, plus teh anget manis dan
sebotol air mineral ukuran sedang, saya menghabiskan uang sebesar Rp 15.000
(lumayan murah lah, rasanya juga enak).
Yang tidak tampak dari foto makanan di atas adalah kikil
kambing dan gorengan bakwan jagung yang anget dan maknyuss. (Ini bukan foto
sarapan saya, tapi punya si bos, hehe)
Air Terjun Sedudo - Tradisi dan Kepercayaan Masyarakat
Sekitar
Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, Air Terjun Sedudo
memiliki kekuatan supranatural, dan dipercaya dapat mendatangkan berkah
keselamatan, kepangkatan, awet muda, dan tercapai cita-cita jika mandi pada
waktu-waktu tertentu, terutama pada bulan Sura.
Untuk itu di sini setiap tahun pada bulan Sura diadakan
tradisi Upacara Mandi Sedudo yang dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk.
Fasilitas Lokasi Wisata Air Terjun Sedudo
Di lokasi wisata ini terdapat beberapa fasilitas umum yang
dapat anda manfaatkan, diantaranya adalah tempat istirahat, mushalla, warung
makan, pedagang suvenir (kaos), pedagang buah-buahan, tempat hiburan, dan jika
anda lupa membawa pakaian khusus untuk mandi, di sini juga ada yang menyewakan
:D
Perjalanan Pulang
Puas bermain-main, mandi, foto-foto, video, dll, kini
saatnya pulang. Berangkat dari hotel pukul 10.30 siang, kita memilih rute melintasi
pegunungan ketimbang melalui jalur berangkat.
Dari Nganjuk (Sedudo) ke arah timur melintasi tepi
pegunungan dengan tujuan Kota surabaya. Rute pegunungan adalah aspal berlubang,
kadang rute offroad, dengan tikungan tajam dan tanjakan yang lumayan curam,
dibutuhkan kekuatan mental, fisik, den kendaraan yang memadai, juga skill
berkendara di medan berat.