Minggu, 22 September 2013

Rekreasi ke Batu



Pada suatu hari tanggal 18 juli 2013 berlibur ke batu bersama anak-anak IX5. Tujuan pertama kami adalah vila tepatnya di daerah batu.saya dimobil hanya tertidur pulas sampai tiba ditujuan. Hari H pun tiba, kita disuruh panitia berkumpul di aws pukul 7 pagi,
saya kebagian satu mobil dengan viki,putra,adith,aziz dan nanda sang drivernya. Akhirnya mobilnya pun datang jumlahnya 4mobil.lalu menjemput anak-anak lain nya yang berkumpul di aws. Tepat pukul 08.00 pagi kita semua berangkat . Pada pukul 13.00 kita beristirahat divilla disana kita makan, sholat dan istirahat khusus nya
yang mengemudi. Disana anak laki-laki langsung main bilyard khususnya rizal (dia sangat jago).
.           Pukul 14.00 kita melanjutkan perjalanan. Sampai didepan BNS kita main ke taman dan beli pentol si septian meminta saya yang ganteng ini menemani naik wahana sebangsa kincir angin.saya sngat takut akan ketinggian dan hamper nangis L.
            Sesudah itu saya dan anak” masuk BNS pukul 17 .00 dan main banyak wahana boleh dibilang saya tidak bondo main wahana hantu itu saya dibayari septian.puas jalan-jalan saya nyangkruk dengan nanda dan adith didepan warung BNS sambil nunggu anak-anak selesai makan”.
Pukul 19.00 kita kembali ke villa dan bakar jagung,sholat dan tidur besoknya pulang.
            Finally besoknya kita siap-siap pulang tujuan dari acara ini kita harus menjalin konspirasi hati agar terjalin harmonisasi sebab suatu organisasi tidak akan solid jika tidak trjadi difrensiasi.

Senin, 02 September 2013

liburanku ke sedudo nganjokkk..



Jum’at malam (2/09/2011) sms darurat datang, ternyata bapak gua ngajakin tour ke Nganjuk, berangkat besok paginya, jam 7 tepat, padahal waktu itu baru aja pulang dari nglanggeran, belum sempet mandi, tapi karena ini soal petualangan, jadi langsung dijawab ‘OK’. Tidur.
Sabtu (3/09/2011), bangun tidur badan masih pegel-pegel sisa perjalanan kemarin, tapi harus tetep bangun dan persiapan untuk perjalanan berikutnya yang lebih jauh lagi, cuci muka, shalat subuh, sarapan, persiapan seadanya (bawa yang penting2 aja), mandi, dijemput jam 7 kurang, berangkat ngumpul sama yang lain dulu.
Target Touring
Target touring kali ini adalah Air Terjun Sedudo yang terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ngendhi kuwi? yo mbuh, saya belum pernah ke sana sebelumnya, hehe.
Ok, waktu sudah menunjukkan pukul 7 lewat, ato mungkin lebih pantas disebut jam setengah delapan (pembulatan ke atas), seluruh anggota tim touring sudah berkumpul bersama motor dan segala kelengkapan masing-masing. Saatnya berangkat!

Nah ditengah macet seperti ini, sempet-sempetnya saya ngantuk, sampai saking keenakannya saya hampir jatuh dari motor :D untung aja g sampe terjadi, bukan sakitnya yang saya pikir, tapi malunya pasti minta ampun.
Sekian jam perjalanan dari Jogja menuju Nganjuk, dan setelah beberapa kali bertanya sana-sini, akhirnya kita tiba di Tempat tujuan, Sawahan.
Perjalanan kembali menempuh rute pegunungan, dengan tanjakan berkelok tajam serta dengan kemiringan yang cukup membuat sepeda motor ngos-ngosan walaupun sukses juga sampai atas.
Pukul 3 sore, atau setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 8 Jam perjalanan, akhirnya kita tiba di tempat tujuan, kawasan Air Terjun Sedudo Nganjuk Jawa Timur.
Begitu memasuki wilayah Desa Sawahan, kita sudah disuguhi pemandangan indah khas pegunungan, dengan sejumlah bukit-bukit kecil dan pegunungan yang menjulang.
Air Terjun Sedudo terletak di kaki gunung Wilis, kabarnya sebenarnya di sini terdapat 9 Air terjun, tetapi yang sudah dikelola sebagai kawasan wisata oleh Pemda baru 2 saja, selebihnya adalah bonus istimewa bagi petualang yang mendaki gunung Wilis tersebut. (jadi pengen ndaki ke sana deh).
Keadaan dan Suasana di Sekitar Air Terjun Sedudo
Air Terjun Sedudo berada di ketinggian sekitar 1.438 mdpl, sedangkan ketinggian air terjunnya sendiri sekitar 105 meter, dengan mata air yang langsung dari gunung Wilis, di bawah air terjun tersebut sudah tersedia kolam yang bisa digunakan untuk mandi oleh pengunjung, udara di sini sejuk, suara air terjunnya juga rame, banyak tukang ojek, karena parkiran mobil letaknya jauh di bawah komplek wisata ini, jadi pengunjung siap diantar menuju lokasi oleh para tukang ojek, soal biaya silahkan dicoba sendiri, kebetulan kami bawa motor sendiri, jadi tidak perlu menyewa tukang ojek :D
Suasana pada hari libur sangat ramai pengunjung, entah bagaimana kondisinya pada hari biasa, terdapat banyak warung makanan di sekitar komplek, yang khas di sini mungkin Jagung Bakar dan Gorengannya (gorengan lengkap dengan sambal petisnya, maknyuss, enak buat anget-angetan).
Sayangnya di sini tidak ada pedagang pernak-pernik (bukan makanan) khas Nganjuk atau Jawa Timur, jadi terpaksa g jadi beli oleh-oleh :D masak iya saya jauh-jauh ke sini tapi oleh-olehnya P*p Mie? :D
Oh iya, kalau mau cari kaos untuk kenang-kenangan, di sini ada, dan sepertinya kaoslah suvenir satu-satunya yang dapat menjadi tanda bahwa kita pernah mengunjungi tempat ini. Description: https://fbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/1185947_198187657017733_873756667_n.jpg


Penginapan
Mencari penginapan di tempat atau di perkampungan sekitar Komplek cukup susah, kita harus turun sejauh beberapa kilometer. Hampir saja tidak dapat penginapan, tapi untunglah berkat bantuan warga setempat kita bisa sukses menemukan tempat peristirahatan.
Sebuah penginapan yang menurut cerita si penjaga dulunya adalah villa pribadi milik orang keturunan Tionghoa yang kemudian diambil alih oleh Pemda untuk dikelola menjadi Hotel. Kalau tidak salah nama hotelnya adalah Wisata Karya (klo salah nanti saya edit lagi).
Kami menyewa satu kamar yang cukup besar, dengan dua bed besar di dalamnya, satu buah televisi, lemari pakaian, kamar mandi yang lumayan besar, pokoknya bisa nampung banyak orang (kita ada 8 orang), untuk tarif permalamnya Rp 180.000, belum termasuk makan yang dibayar terpisah.
Tepat dari halaman belakang hotel kita dapat menyaksikan pemandangan pegunungan Wilis yang aduhai, dan kalau diamati dengan teliti, kita dapat melihat ke-sembilan air terjun tersebut.

Hari Kedua
Setelah beristirahat, agenda hari kedua di sini adalah kembali mengunjungi Air Terjun, lalu pulang.
Diawali dengan sarapan pagi di pasar (sebut saja pasar Sawahan, dari hotel ke arah bawah), pengen nyobain makanan yang khas (kalo ada).
Tapi ternyata menunya sama dengan warung makan di Jogja, ada satu yang beda, kikil kambing, karena jarang makan yang satu ini, jadi saya ambil aja, hehe.
Kikil kambing di buat dari bagian bawah kaki kambing, jadi yang kita makan adalah kulit kaki kambingnya, rasanya kenyal-kenyal gimanaaa gitu, tap mantablah, warung makan sederhana (namanya Warung Makan Bu Rini ) ini walaupun menunya sederhana, seperti makanan rumahan, tapi rasanya bisa dibilang enak.
Tarif Sarapan
Untuk sarapan dengan ramuan Nasi, kikil kambing, ati-ampela, dan sambel tempe (ato sambel goreng?), bakwan jagung, plus teh anget manis dan sebotol air mineral ukuran sedang, saya menghabiskan uang sebesar Rp 15.000 (lumayan murah lah, rasanya juga enak).
Description: Sarapan
Yang tidak tampak dari foto makanan di atas adalah kikil kambing dan gorengan bakwan jagung yang anget dan maknyuss. (Ini bukan foto sarapan saya, tapi punya si bos, hehe)
Air Terjun Sedudo - Tradisi dan Kepercayaan Masyarakat Sekitar
Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, Air Terjun Sedudo memiliki kekuatan supranatural, dan dipercaya dapat mendatangkan berkah keselamatan, kepangkatan, awet muda, dan tercapai cita-cita jika mandi pada waktu-waktu tertentu, terutama pada bulan Sura.
Untuk itu di sini setiap tahun pada bulan Sura diadakan tradisi Upacara Mandi Sedudo yang dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk.
Fasilitas Lokasi Wisata Air Terjun Sedudo
Di lokasi wisata ini terdapat beberapa fasilitas umum yang dapat anda manfaatkan, diantaranya adalah tempat istirahat, mushalla, warung makan, pedagang suvenir (kaos), pedagang buah-buahan, tempat hiburan, dan jika anda lupa membawa pakaian khusus untuk mandi, di sini juga ada yang menyewakan :D


Perjalanan Pulang
Puas bermain-main, mandi, foto-foto, video, dll, kini saatnya pulang. Berangkat dari hotel pukul 10.30 siang, kita memilih rute melintasi pegunungan ketimbang melalui jalur berangkat.
Dari Nganjuk (Sedudo) ke arah timur melintasi tepi pegunungan dengan tujuan Kota surabaya. Rute pegunungan adalah aspal berlubang, kadang rute offroad, dengan tikungan tajam dan tanjakan yang lumayan curam, dibutuhkan kekuatan mental, fisik, den kendaraan yang memadai, juga skill berkendara di medan berat.